Pemilu anak
Diposting oleh
Bukan Sekerdar Menulis
on Senin, 07 Februari 2011
Label:
Tentang Rembang,
Tulisan MbakLina
Pemilihan Umum (Pemilu) biasanya diikuti oleh orang-orang yang sudah berusia di atas 17 tahun. Namun, Pemilu kali ini diikuti oleh anak-anak yang berusia 13-17 tahun. Lhah? Kok bisa? Acara ini diselenggarakan oleh Forum Anak Desa Suntri, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang. Acara yang difasilitasi oleh Plan Indonesia Program Unit (PU) Rembang ini memang keinginan dari anak-anak Desa Suntri untuk dapat memilih secara langsung salah satu dari teman mereka yang layak untuk menjadi Ketua Forum Anak Desa Suntri.
Acara Pemilu ini dilaksanakan Minggu, 31 Januari 2011 bertempat di Balai Desa Suntri. Kandidat ketua berasal dari tiap RT yang ada di desa ini. Namun sayangnya, dari 9 RT yang ada, dari RT 8 tidak ada yang menjadi kandidat ketua. Meski begitu, semuanya tetap berpartisipasi dalam acara pemilu ini. Setelah acara pembukaan dari Pak Taufieq Uwaidha selaku CTA Plan Indonesia PU Rembang yang bertugas di desa Suntri, anak-anak yang menjadi kandidat ketua diberi waktu untuk berorasi menyampaikan visi dan misi mereka. Ada yang lancar, ada yang grogi jadi lupa mau ngomong apa, speechless deh. Hahaha… :D
Trengtengteng… acara pencoblosan pun dimulai, setelah ada penjelasan teknis tentang bagaimana alur pencoblosan. Anak-anak pun mulai mengantri untuk mencoblos. Pertama, mereka mengisi daftar hadir dan menyerahkan undangan sebagai bukti bahwa dia ada dalam daftar pemilih tetap Pemilu ini.
Setelah itu, mereka akan mendapat kertas suara yang berisi 8 foto kandidat ketua Forum Anak Desa Suntri. Dan masuklah mereka ke bilik suara untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Keluar dari bilik suara, mereka menuju ke kotak suara untuk memasukkan kertas suara yang telah dicoblos. Selanjutnya adalah meja tinta, yaitu sebagai tanda bahwa mereka telah berpartisipasi dalam Pemilu kali ini.
Wah… uda kayak Pemilu-nya orang dewasa aja yak? Hm… setelah semuanya mendapat giliran untuk mencoblos, tibalah saatnya untuk penghitungan suara. Kalo dilihat dari daftar pemilih tetap yang ada 88 anak tercatat sebagai pemilik suara yang sah dalam Pemilu Anak ini, namun ada 16 anak yang tidak dapat hadir untuk memberikan suara mereka. Dengan disaksikan oleh para Ketua RT Desa Suntri, akhirnya terpilihlah Ardiansyah dari RT 4 Desa Suntri untuk menjadi ketua Forum Anak Desa Suntri.
Dengan berakhirnya acara ini, selanjutnya akan dipilih pengurus dan dibuat program kerja untuk mendukung langkah nyata Forum Anak Desa Suntri. Pemilu ini memang sengaja dilaksanakan agar melatih anak untuk peduli dan mau memberikan hak suara mereka saat nanti mereka sudah dewasa. Jadi, ketika nanti sudah dewasa, anak-anak tidak lagi berpikiran bahwa, “ah… hanya satu suara saja, nggak apa-apa kalo nggak ikutan.”


0 komentar:
Posting Komentar